Penguatan Peran Kelompok Seni Ngalaksa/Tarawangsa sebagai Agen Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Sosial di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang

Isi Artikel Utama

Fariz Fariz
Kiki Sudiana
Erni Martini

Abstrak

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Telkom melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Peran Kelompok Seni Ngalaksa/Tarawangsa sebagai Agen Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Sosial” di Desa Rancakalong, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa ini memiliki warisan budaya tak benda berupa tradisi Ngalaksa, yaitu upacara syukur agraris yang terintegrasi dengan pertunjukan sakral Tarawangsa. Kelompok seni pengusung tradisi tersebut menghadapi berbagai tantangan, meliputi stagnasi regenerasi pelaku seni, keterbatasan kapasitas organisasi dan manajerial, pengemasan pertunjukan yang belum berkembang, minimnya dokumentasi budaya, lemahnya pemasaran digital, serta terbatasnya akses pendanaan dan kemitraan. Program menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan melibatkan Pemerintah Desa Rancakalong, Kelompok Seni Ngalaksa/Tarawangsa, BUMDes, Karang Taruna, dan PKK. Koordinasi awal dan Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan pada 23 Juli 2026 dengan melibatkan 13 peserta masyarakat. Hasil FGD mengonfirmasi lima permasalahan utama sekaligus menunjukkan antusiasme dan kesiapan pemangku kepentingan untuk mengikuti tahapan penguatan kapasitas. Evaluasi kegiatan awal dilakukan melalui kuesioner enam pernyataan berskala Likert. Seluruh peserta (13 orang) memberikan respons “sangat setuju” terhadap seluruh aspek yang dievaluasi, meliputi kesesuaian waktu, materi, pelayanan, kejelasan materi, keberlanjutan kegiatan, dan manfaat kegiatan. Temuan tersebut diperkuat dengan hasil observasi dan diskusi lapangan. Program ini diarahkan untuk mendukung SDGs 4, 8, 11, dan 17 serta selaras dengan Roadmap Kelompok Keahlian Digital Business and Entrepreneurship (DBES) FEB Universitas Telkom 2023–2027.


 

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Fariz, F., Sudiana, K., & Martini, E. (2026). Penguatan Peran Kelompok Seni Ngalaksa/Tarawangsa sebagai Agen Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Sosial di Desa Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Eastasouth Journal of Positive Community Services, 5(01), 47–66. https://doi.org/10.58812/ejpcs.v5i01.696
Bagian
Articles

Referensi

Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4

Fajrie, N., Zahro, N. F., & Wijayanto, W. (2024). Dinamika eksistensial kethoprak Bhakti Kuncoro Kabupaten Pati dalam arus modernitas pasca pandemi. GETER: Jurnal Seni Drama, Tari Dan Musik, 7(1), 18–29. https://doi.org/10.26740/geter.v7n1.p18-29

Fariz, F. (2019). Human Resources Competences in Economics Higher Education Provider in East Java, Indonesia: The determinant of organizational performances. Asia Pacific Management and Business Application, 8(2), 133–144. https://doi.org/10.21776/ub.apmba.2019.008.02.5

Fariz, F. (2022a). Quality Improvement Strategy for Strengthening Higher Education Competitiveness: Studies at the College of Economics in East Java. Khazanah Sosial, 4(2), 272–283. https://doi.org/10.15575/ks.v4i2.17649

Fariz, F. (2022b). The effect of supplier integration, manager transformational leadership on supply chain performance. Uncertain Supply Chain Management, 10(3), 993–998. https://doi.org/10.5267/j.uscm.2022.2.014

Fitriana, Y. N., & Wijayaningrum, M. C. W. (2025). Pemanfaatan platform digital oleh komunitas gamelan @SALGamelan untuk melestarikan seni tradisional. Jurnal Media Komunikasi, 2(2). https://doi.org/10.32493/mdkm.v2i2.49914

Fitriyanti, D., Oktariani, D., & Ismunandar. (2024). Manajemen organisasi Sanggar Andari di Kota Pontianak. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 13(1), 91–99. https://doi.org/10.24114/gr.v13i01.58080

Hidayat, R., Andriyan, Y., Munzir, Alfionita, E. N., Syahputra, A. Y. A., & Alting, H. (2023). Peningkatan pengetahuan tentang management event pada Persit Yonif 762 Kota Sorong. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(6), 6417–6424. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i6.19516

Irianto, A. M. (2015). Mengemas kesenian tradisional dalam bentuk industri kreatif: Studi kasus kesenian Jathilan. Humanika, 22(2), 66–77. https://doi.org/10.14710/humanika.22.2.66-77

Islamiati, Y., Nisa, N. K., Anugrah, R., Rosma, T., & Cahyono, T. (2020). Kajian etnobotani budaya Ngalaksa di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. Ekologia: Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar Dan Lingkungan Hidup, 20(1). https://doi.org/10.33751/ekologia.v20i1.1981

Kasih, S. D. (2018). Regenerasi seni Kuda Lumping Sari Muda Budaya Dusun Sangkalan, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 16(1), 9–17. https://doi.org/10.21831/imaji.v16i1.22267

Kurniawati, D. Y., Anastasia, A., Aji, B. P., Brahmasta, D. P., Rhamadhani, D. P., Rahman, H. B. B., Anjarwani, N., Safa, P., Perry, T. M., & Pramesti, W. D. (2024). Pelestarian seni wayang tatah sungging melalui pemberdayaan generasi muda di Kelurahan Sonorejo. JGEN: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 235–244. https://doi.org/10.60126/jgen.v2i2.435

Maulina, R., Sabana, S., Damayanti, N. Y., & Muhtadin, T. (2020). Ngabandungan Banda Indung: Interpretasi kepercayaan masyarakat Sunda Rancakalong melalui seni visual. Panggung, 30(2). https://doi.org/10.26742/panggung.v30i2.1204

Muslam. (2013). Pemberdayaan masyarakat desa melalui kesenian tradisional pada Jama’ah Tahlil di Kelurahan Tambak Aji Kota Semarang. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan, 13(2). https://doi.org/10.21580/dms.2013.132.58

Nurhasanah, L., Siburian, B. P., & Fitriana, J. A. (2021). Pengaruh globalisasi terhadap minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia. Jurnal Global Citizen, 10(2), 31–39. https://doi.org/10.33061/jgz.v10i2.5616

Nurmadin, B. A., Irayani, Alfath, M., Sukri, M. F. M., & Poerwanto, B. (2025). Pemberdayaan kelompok masyarakat melalui pendampingan pelestarian musik langgam Makassar. ADMA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 429–438. https://doi.org/10.30812/adma.v5i2.4419

Pemerintah Desa Rancakalong. (2026). Data profil dan potensi Desa Rancakalong Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang. In Jadesta Kemenparekraf. https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/rancakalong_1

Raharti, R., Laras, T., Jatmiko, B., & Kurniawan, A. (2023). Pemberdayaan kelompok seni di Dusun Nitiprayan Bantul. Yumary: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 85–91. https://doi.org/10.35912/yumary.v4i1.2458

Sudarwati, Andari, N., & Dewi, N. S. K. (2023). Pemertahanan budaya lokal melalui pemberdayaan kelompok seni di Desa Jenisgelaran Jombang. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.33086/snpm.v3i1.1226

Syahrian, A., Sariada, I. K., & Mudra, I. W. (2024). Dinamika ekosistem seni paduan suara Voice of Bali dalam perspektif Pierre Bourdieu. PROMUSIKA, 12(2), 120–133. https://doi.org/10.24821/promusika.v12i2.14360

Widyasih, W. (2022). Rancangan penataan arsip karya seni pertunjukan untuk mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi di ISI Surakarta. Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan, 15(2), 153–176. https://doi.org/10.22146/khazanah.74975

Yulaeliah, E. (2006). Tarawangsa dan Jentreng dalam upacara Ngalaksa di Rancakalong Sumedang Jawa Barat (sebagai sarana komunikasi warga). SELONDING, 3(1). https://doi.org/10.24821/selonding.v3i1.5