Penerapan Ekonomi Sirkular dan Promosi Produk Digital Peternakan Kambing Perah Desa Kolam
Isi Artikel Utama
Abstrak
Peternakan kambing perah di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, menghadapi inefisiensi struktural dalam pemanfaatan sumber daya: limbah pertanian jagung (batang, daun, tongkol) dibiarkan membusuk atau dibakar, kotoran ternak belum diolah menjadi input bernilai tambah, dan potensi wisata edukasi tidak terkonversi menjadi pendapatan akibat minimnya promosi digital. Ketiga persoalan ini mencerminkan absennya prinsip ekonomi sirkular dalam sistem produksi mitra, di mana limbah satu sektor semestinya menjadi input sektor lain. Program pengabdian ini menerapkan pendekatan ekonomi sirkular melalui tiga intervensi terintegrasi: penyediaan mesin pencacah rumput untuk mengonversi limbah jagung menjadi pakan fermentasi, pelatihan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik, dan pendampingan promosi digital berbasis media sosial untuk memperluas jangkauan pasar Lesehan Wisata Ternak. Metode dilaksanakan melalui survei kebutuhan, sosialisasi, pemberian alat, dan pelatihan bertahap. Hasil menunjukkan penguatan kapasitas mitra dalam mengelola limbah secara produktif sekaligus memperluas eksposur usaha, sejalan dengan SDGs 2 dan 15.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Arnstein, S. R. (1969). A ladder of citizen participation. Journal of the American Institute of Planners, 35(4), 216–224. https://doi.org/10.1080/01944366908977225
Chambers, R. (1994). The origins and practice of participatory rural appraisal. World Development, 22(7), 953–969. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90141-4
Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The Circular Economy – A new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143, 757–768. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.12.048
Hamdir, A. A. W., & Nurhasanah, Y. (2021). Inisiasi Lokal Model Ekonomi Sirkular Melalui Pertanian Terpadu Sebagai Adaptasi Petani di Kalimantan Timur Selama Pandemi Covid-19. Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(2), 88–100.
Hetharia, C., Wattimena, L., Loppies, Y., & Ferdinandus, W. (2021). Pemanfaatan Limbah Tanaman Jagung Sebagai Pakan Ternak Pada Kelompok Tani Ternak (KTT) Abimanyu 1 Kelurahan Klamalu Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Journal of Dedication Papua Community, 4(1), 31–38. https://doi.org/10.34124/jpkm.v4i1.87
Nurhapsa, N., Sulaeman, S., & Kurniawan, A. (2021). Pemberdayaan peternak melalui pengolahan limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 210–218.
Nurhapsa, Suherman, & Irmayani. (2020). Optimalisasi Limbah Ternak sebagai Pupuk Organik di Desa Batu Mila Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Indonesian Journal of Community Engagement, 6(2), 88–93. https://doi.org/10.22146/jpkm.37096
Purnomo, S. H. (2023). Konsep Zero Waste dalam Perspektif Ekonomi Sirkular di Sektor Pertanian. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA), 7(3), 950–962.
Ramayana, A., Sari, P. N., & Hidayat, T. (2021). Pengaruh kompos kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sayuran. Jurnal Agroekoteknologi, 13(1), 67–74.
Sudarmi, N., Ningsih, W. A. I., & Tahir, M. (2023). Pembuatan pakan fermentasi limbah jagung dengan penambahan probiotik effective microorganisms 4 (EM4). IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(3), 159–168. https://doi.org/10.46549/igkojei.v4i3.417
Yuliana, F. (2023). Penguatan kapasitas digital marketing bagi UMKM desa wisata. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat