Kesetaraan Sosial Dalam Bahasa Isyarat Sebagai Identitas Tuli Di Komunitas Rumah Setara Palembang
Isi Artikel Utama
Abstrak
Bahasa isyarat merupakan identitas teman-teman Tuli khususnya dalam komunikasi. Bahasa Isyarat Indonesia umumnya terbagi menjadi dua yaitu SIBI dan BISINDO. SIBI digunakan secara resmi namun dianggap bahasa isyarat yang rumit oleh teman tuli. Karenanya Rumah Setara Palembang berusaha mensosialisasikan BISINDO sebagai dialek asli teman tuli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan sosialisasi kesetaraan dalam bahasa isyarat yang dilakukan oleh Rumah Setara Palembang untuk menjadikan BISINDO sebagai identitas teman tuli. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Maslow. Dalam teori tindakan ini sesorang membutuhkan sosial yang baik sebelum mencapai aktualisasi diri. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berhasilnya sosialisasi BISINDO oleh Rumah Setara Palembang dalam menyuarakan BISINDO dengan terus berjuang untuk kesetaraan semaksimal mungkin, kegiatan komunitas ini untuk memperjuangkan kesetaraan sosial dalam bahasa isyarat Indonesia (BISINDO).
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anggraeni, D. (2018). Radio Komunitas Anak Muda. Journal Acta Diurna, 14(2), 15. https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2018.14.2.1343
Ariastuti, R., & Herawati, V. D. (2016). Optimalisasi Peran Sekolah Inklusi. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 1(1), 38–47. https://doi.org/10.30653/002.201611.7
Fani Ayu Lestari, & Muhtadi, M. (2021). Intervensi Pekerjaan Sosial: Efektivitas Pemberdayaan disabilitas Tuli melalui Program Kewirausahaan. WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 10(1), 32–46. https://doi.org/10.14421/welfare.2021.101-3
Febriana, K. A. (2013). Metode Guru dalam Mengajarkan Komunikasi pada Siswa Tunanetra. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(3), 223–240. http://jurnal.upnyk.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/3803
Fitriyadi, H. (2015). Integrasi Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Pendidikan: Potensi Manfaat, Masyarakat Berbasis Pengetahuan, Pendidikan Nilai, Strategi Implementasi Dan Pengembangan Profesional. Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan, 21(3), 1–1.
Hastuti, Dewi, R. K., Pramana, R. P., & Sadaly, H. (2020). Kendala mewujudkan pembangunan inklusif terhadap penyandang disabilitas. https://smeru.or.id/sites/default/files/publication/wp_disabilitas_in_0.pdf
Kusuma, A. M., Budiwibowo, S., & Amah, N. (2017). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Komunikasi Internal Terhadap Efektivitas Kerja Guru Smk Pgri Wonoasri. Assets: Jurnal Akuntansi Dan Pendidikan, 5(1), 41. https://doi.org/10.25273/jap.v5i1.1185
Muzakki, H. (2017). WACANA KEAGAMAAN REMAJA DI MEDIA SOSIAL (Kajian Analisis Wacana Model Van Dijk dalam Tulisan Afi) (Vol. 6).
Nursyamsi, F., Arifianti, E. D., Aziz, M. F., Bilqish, P., & Marutama, A. (2015). Kerangka Hukum Disabilitas di Indonesia : MENUJU INDONESIA RAMAH DISABILITAS. https://www.pshk.or.id/wp-content/uploads/2016/01/Kerangka-Hukum-Disabilitas-di-Indonesia.pdf
Nyoman. (2018). Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural. Metode Penelitian Bahasa, 14, 1–123. http://repository.unp.ac.id/id/eprint/1830
Satria, R., & A.R., H. (2021). Pengaruh Digital Marketing dan Brand Awareness terhadap Penjualan Produk KartuAS Telkomsel Cabang Palembang. Jurnal Nasional Manajemen Pemasaran & SDM, 2(3), 160–171. https://doi.org/10.47747/jnmpsdm.v2i3.361
Untuk, U., Hukum, M., Responsif, D. A. N., & Basyir, A. (2014). Dalam Pembentukan Peraturan Perundang- the Importance of Academic Script in the Statutes Formatting To Realize Aspirasional and Responsive. 285–306.
Widiastuti, T. W. (2017). Analisis Elaboration Likelihood Model Dalam Pembentukan Personal Branding Di Twitter. Jurnal ASPIKOM, 3(3), 588. https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i3.107
Yohanes, J. A., Arjawa, I. G. P. B. S., & Punia, I. N. (2019). Bahasa Isyarat Indonesia Dalam Proses Interaksi Sosial Tuli dan “Masyarakat Dengar” di Kota Denpasar. OJS Unud, 1–15.