SINTALA: Inovasi Literasi Digital Ramah Anak di Taman Bacaan Masyarakat Awilarangan
Isi Artikel Utama
Abstrak
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengembangkan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Awilarangan menjadi pusat literasi ramah anak berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan era digital. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya minat baca anak-anak, keterbatasan sarana prasarana, koleksi buku yang belum terklasifikasi, serta belum adanya sistem digital yang mendukung pengelolaan TBM secara efisien dan transparan.Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui lima tahapan: identifikasi kebutuhan, perancangan program, implementasi, monitoring–evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan. Solusi yang diterapkan meliputi penataan ulang ruang baca agar lebih nyaman dan ramah anak, pengadaan perangkat digital, pengembangan Sistem Informasi Taman Literasi Awilarangan (SINTALA), serta pelatihan literasi digital bagi pengelola dan relawan.Hasil program menunjukkan peningkatan efisiensi pengelolaan hingga 70%, peningkatan keterampilan digital relawan sebesar 90%, serta partisipasi masyarakat khususnya anak-anak meningkat hingga 70%. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan TBM, tetapi juga melahirkan model literasi berbasis teknologi yang inovatif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di wilayah lain. Selain itu, inisiatif ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas, sekaligus memperkuat budaya literasi lokal yang relevan dengan kebutuhan generasi masa depan.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anggraeni, D. (n.d.). Pentingnya literasi digital dalam pendidikan anak. Pustaka Edukasi.
Azevedo, J. P., Hasan, A., Goldemberg, D., Geven, K., & Iqbal, S. A. (2021). Simulating the potential impacts of COVID-19 school closures on schooling and learning outcomes: A set of global estimates. The World Bank Research Observer, 36(1), 1–40.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Kurniawan, H., & Sari, R. (2021). Pengembangan literasi digital di masyarakat melalui taman bacaan. Jurnal Abdimas Literasi, 5(2), 112–120.
Madu, M., & Jediut, J. (2022). Transformasi digital pada taman bacaan masyarakat. Jurnal Literasi Digital, 5(2), 44–52.
Munir, S., & Hidayatullah, A. (2019). Peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam Meningkatkan Minat dan Budaya Baca di Kabupaten Ciamis. Literasi: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya, 3(1), 23–29.
OECD. (2024). Education at a glance 2024: OECD indicators. OECD Publishing.
Pitrianti, S., Sampetoding, E. A. M., Purba, A. A., & Pongtambing, Y. S. (2023). Literasi Digital Pada Masyarakat Desa. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 3(1 SE-Articles), 43–49. https://doi.org/10.33005/sitasi.v3i1.655
Sitepu, B. P. (2012). Pengembangan taman bacaan masyarakat sebagai sumber belajar. JIV-Jurnal Ilmiah Visi, 7(1), 42–56.
UNESCO. (2022). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO.