Workshop Meronce sebagai Art-based Healing dalam Mendukung Kesehatan Mental Keluarga Pekerja Migran di Dusun Perempung, Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Barat
Isi Artikel Utama
Abstrak
Permasalahan isu kesehatan mental di Nusa Tenggara Barat memerlukan perhatian khusus terutama bagi para keluarga pekerja migran yang ditinggalkan. Tekanan emosional yang dihasilkan akibat dari adanya rasa gelisah, kesepian, kehilangan serta rindu akibat jarak, telah membuat penurunan terhadap kesejahteraan psikologis keluarga migran. Untuk mengatasi hal tersebut, tim Jwara Project menggelar workshop meronce yang berfokus pada kegiatan berkreasi membuat gelang dan phone strap melalui manik-manik yang telah disediakan oleh tim di Dusun Perempung, Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Barat. Fokus kegiatan ini ialah untuk mendukung penguatan kesehatan mental keluarga pekerja migran. Kegiatan meronce dilakukan dengan metode pendekatan art-based healing yang melibatkan keluarga pekerja migran yang telah hadir dengan pendampingan langsung dari tim. Hasil kegiatan menujukan bahwasanya kegiatan seni meronce telah berkontribusi penting sebagai art-based healing, dimana telah memberikan ruang untuk bebas berinteraksi, bereksprimen, berekspresi dan rasa aman antar anggota keluarga migran.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Anwar McHenry, Julia. 2011. “Rural Empowerment through the Arts: The Role of the Arts in Civic and Social Participation in the Mid West Region of Western Australia.” Journal of Rural Studies 27(3):245–53. doi:10.1016/j.jrurstud.2011.03.001.
BP2MI. (2025, October 5). KP2MI | Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. KP2MI. https://bp2mi.go.id/statistik-detail/data-penempatan-dan-pelindungan-pekerja-migran-indonesia-periode-januari-september-2025
Dai, X., & Gu, N. (2021). The Impact of Social Capital on Mental Health: Evidence from the China Family Panel Survey. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(1), 190. https://doi.org/10.3390/ijerph19010190
Eriksson, M. (2010). Social Capital, Health and Community Action – Implications for Health Promotion [Epidemiology and Global Health Department of Public Health and Clinical Medicine Umeå University]. https://www.researchgate.net/publication/279490376_Social_capital_health_and_community_action_implications_for_health_promotion/link/5630cb6b08aedf2d42beebb1/download?_tp=eyJjb250ZXh0Ijp7ImZpcnN0UGFnZSI6InB1YmxpY2F0aW9uIiwicGFnZSI6InB1YmxpY2F0aW9uIn19
McHenry, J. A. (2011). Rural empowerment through the arts: The role of the arts in civic and social participation in the Mid West region of Western Australia. Journal of Rural Studies, 27(3), 245–253. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2011.03.001
Rahayu, D. A., Mubin, M. F., & Nurhidayati, T. (2014). Perspektif Kejiwaan Dalam Keluarga: Gambaran Kerentanan Sosial Keluarga Buruh Migran Internasional. Jurnal Keperawatan Jiwa, 2(1), 67–71.
Rahmasari, D., Hariastuti, R. T., Yulianingsih, W., Dewi, U., Hariyati, N., Setianingrum, V. M., & Darmawanti, I. (2024). Pelatihan Resiliensi Untuk Penguatan Kesehatan Mental Wanita Pekerja Migran Indonesia Di Singapura: Resiliensi, Kesehatan Mental, Pekerja Migrant Indonesia. ABISATYA : Journal of Community Engagement, 2(1), 1–14.
Vinlandari, A., Syifauzakia, S., & Mulyana, A. (2022). Terapi Seni sebagai Media untuk Menjaga Kesehatan Mental Ibu dalam Mendidik Anak Usia Dini. Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE), 6, 1–8.