Implementasi Pendekatan PAIKEM dalam Edukasi Seksual Dini untuk Menanamkan Konsep Menjaga Diri pada Siswa Sekolah Dasar
Isi Artikel Utama
Abstrak
Minimnya edukasi seksual di sekolah dasar menjadi isu utama pengabdian ini, dengan fokus untuk menanamkan konsep menjaga diri pada siswa. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendasar mengenai batasan tubuh, sentuhan yang aman, ciri pubertas, serta cara merawat diri untuk menghindari perilaku tidak terpuji. Pengabdian ini diimplementasikan di empat sekolah dasar di Desa Linggamukti menggunakan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), yang dikombinasikan dengan metode diskusi dan media lagu. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan bahwa pendekatan ini sangat efektif; 100% siswa merasakan manfaat dan merasa senang mengikuti kegiatan, sementara mayoritas besar siswa menyatakan materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Pendekatan PAIKEM terbukti berhasil meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga diri.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Abduh, M. W., & Wulandari, R. (2018). Model pendidikan seks pada anak sekolah dasar berbasis teori perkembangan anak. Jurnal Pendidikan Anak, 7(2), 145–156.
Ardiansyah, M., & Lestari, S. (2020). Pendidikan kesehatan reproduksi pada anak sekolah dasar untuk pencegahan pelecehan seksual. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 123–134.
Bronfenbrenner, U. (2005). Making human beings human: Bioecological perspectives on human development. Sage Publications.
Fitria, N. (2017). Pentingnya pendidikan seks sejak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 12–21.
Haji, S. (2015). Pembelajaran tematik yang ideal di SD/MI. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 2(1), 56–69.
Hinga, I. A. T. (2019). Pencegahan kekerasan seksual pada anak melalui edukasi kesehatan reproduksi berbasis media pada murid pendidikan anak usia dini (PAUD). GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 83–98. https://doi.org/10.30787/gemassika.v3i1.123
Jais, A. (2019). Penerapan strategi pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Journal of Dharmawangsa University, 4(1), 113–123. https://doi.org/10.46576/jdw.v4i1.321
Janah, M. (2023). Literasi digital anak sekolah dasar di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 33–44.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). (2024). Data kekerasan terhadap anak tahun 2023 (SIMFONI PPA). Jakarta: KemenPPPA.
Qalbi, Z., Delrefi, D., Gunarsih, L., Riskita, L., Selpina, S., Wisman, W., & Putera, R. F. (2022). Sosialisasi sex education di PAUD se-Gugus Anyelir Kota Bengkulu. Jurnal Abdi Insani, 9(1), 306–316. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v9i1.2345
Santrock, J. W. (2019). Educational psychology (6th ed.). McGraw-Hill Education.
Siregar, P. S., Wardani, L., & Hatika, R. G. (2017). Penerapan pendekatan pembelajaran aktif inovatif kreatif efektif dan menyenangkan (PAIKEM) pada pembelajaran matematika kelas IV SD Negeri 010 Rambah. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 5(2), 743–749.
Yuliani, D. (2021). Peran guru dalam internalisasi pendidikan seks usia dini di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Anak, 10(1), 45–56.